Kampanye Politik
¨ Kotler dan Roberto (1989) à campaign is an organized effort conducted by one
group (the change agent) which intends to persuade others (the target
adopters), to accept, modify, or abandon certain ideas, attitudes, practices,
and behavior.
¨ Kampanye politik adalah sebuah peristiwa yang bisa
didramatisasi.
Spin Doctor
¨ Spin Doctor
atau Konsultan Public Relations Politik adalah individu yang memiliki
kemampuanmenguasai publik, menggerakkan massa dan menguasai media sekaligus
sebagai konseptor politik yang bertujuan memengaruhi.
¨ Ia berada pada posisi tengah antara politisi yang akan
dipromosikan (dipasarkan) dengan para wartawan yang akan mempromosikannya.
¨ Peranan Spin Doctor tidak hanya berdiri antara
partai politik dengan media, tetapi memiliki peran yang sangat penting dan
menentukan dalam kancah pertarungan kekuasaan politik.
¨ Ia dibutuhkan oleh para politisi sebab semakin intens
usaha untuk meraih tampuk pimpinan, mereka semakin membutuhkan peran spin
doctor sebagai stage manager yang mampu mengatur jalannya kampanye,
memberi isi dalam naskah pidato, membuat agenda dan daftar pernyataan politik
yang diucapkan oleh kandidat.
¨ Di Indonesia, Spin Doctor lebih banyak dikenal
dengan istilah Manajer Kampanye yang menentukan pengarahan opini publik dalam
pencitraan kandidat.
Salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk
menciptakan kampanye politik yang efektif adalah memilih orang yang bisa
menguasai dan memahami perencanaan dan penggunaan media komunikasi.
Perencanaan komunikasi à suatu teknik dalam memproses berbagai alternatif yang
tersedia untuk mencapai tujuan komunikasi.
French (1982) à 8 langkah perencanaan komunikasi untuk kampanye:
- Menganalisis masalah
- Menganalisis khalayak
- Merumuskan tujuan
- Memilih media
- Mengembangkan pesan
- Merencanakan produksi media
- Merencanakan manajemen program
- Monitoring dan evaluasi
- Menganalisis masalah
- Menganalisis khalayak
- Merumuskan tujuan
- Memilih media
- Mengembangkan pesan
- Merencanakan produksi media
- Merencanakan manajemen program
- Monitoring dan evaluasi
Nimmo dan Thomas Ungs (1973) à tiga fase perencanaan kampanye politik:
1 . Fase pengorganisasian à kapan staf, informasi, dan dana dikumpulkan, strategi
dan taktik ditetapkan, semangat kelompok dibangkitkan
2 . Fase pengujian à kapan calon menggalang para anggota menawarkan
kemudahan kepada orang-orang yang belum jadi anggota
3 . Fase kritis à suatu titik di mana calon memilih belum menentukan
sikap terhadap partai atau siapa yang akan didukung atau dipilih
Langkah-langkah kampanye:
1) Penemuan dan Penetapan Masalah
¨ Masalah adalah selisih antara harapan dan kenyataan,
atau selisih antara aspirasi dan realitas.
¨ Untuk menemukan suatu masalah, diperlukan fakta dan
realitas, yang biasanya akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan.
¨ Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi masalah yang
harus dicarikan jawaban.
2) Menetapkan Tujuan yang Ingin Dicapai
¨ Dengan mengetahui masalah, seorang perencana kampanye
dapat menetapkan tujuan.
¨ Tujuan adalah suatu keadaan atau perubahan yang
diinginkan sesudah pelaksanaan rencana.
¨ Kriteria penetapan tujuan yaitu apa yang menjadi
target, dan perubahan bagaimana agar sesuai dengan yang diinginkan.
3) Penetapan Strategi
¨ Penetapan juru kampanye (komunikator) à kredibilitas, daya tarik, dan kekuatan
¨ Penetapan target sasaran dan analisis kebutuhan
khalayak à
studi khalayak (komunikan politik)
¨ Menyusun pesan-pesan kampanye à verbal dan non-verbal*
¨ Pemilihan media dan saluran komunikasi
¨ Produksi media
¨ Pretesting Communication Material
4) Teknik penyusunan pesan (dapat dipilih salah satu):
¨ Dari yang sangat penting ke yang kurang penting à 5W + 1H
¨ Yang bersifat umum ke yang khusus
Untuk menyusun pesan yang efektif, perlu diperhatikan
hal-hal sbb.
- Mampu mengemukakan argumentasi secara logis.
- Memiliki kemampuan mempergunakan pesan non-verbal
- Memiliki kemampuan membumbui pesan berupa humor untuk menarik perhatian dan mengurangi
rasa bosan komunikan.
- Penyebarluasan Pesan Melalui Media Komunikasi
- Pengaruh Kampannye
- Mobilisasi Kelompok Berpengaruh
- Harus menguasai lebih dahulu pesan yang disampaikan, termasuk struktur penyusunannya yang
sistematis
- Penyusunan Jadwal Kegiatan Kampanye
- Tim Kerja
- Evaluasi
- Mampu mengemukakan argumentasi secara logis.
- Memiliki kemampuan mempergunakan pesan non-verbal
- Memiliki kemampuan membumbui pesan berupa humor untuk menarik perhatian dan mengurangi
rasa bosan komunikan.
- Penyebarluasan Pesan Melalui Media Komunikasi
- Pengaruh Kampannye
- Mobilisasi Kelompok Berpengaruh
- Harus menguasai lebih dahulu pesan yang disampaikan, termasuk struktur penyusunannya yang
sistematis
- Penyusunan Jadwal Kegiatan Kampanye
- Tim Kerja
- Evaluasi
Kampanye Hitam
¨ Kampanye hitam (black campaign) cenderung
menyudutkan para calon yang diusung untuk menduduki suatu jabatan
- 3 TA à harTA, waniTA, tahTA
- Salah satu bentuk kampanye hitam adalah menggelari orang dengan nama-nama julukan (name
calling) yang jelek.
- Proses penjulukan sedemikian hebat sehingga korban-korban misinterpretasi tidak dapat menahan
pengaruhnya karena berondongan julukan yang bertentangan dengan pandangan mereka sendiri, citra
diri asli mereka sirna digantikan citra baru (negatif) yang diberikan oleh orang lain.
- 3 TA à harTA, waniTA, tahTA
- Salah satu bentuk kampanye hitam adalah menggelari orang dengan nama-nama julukan (name
calling) yang jelek.
- Proses penjulukan sedemikian hebat sehingga korban-korban misinterpretasi tidak dapat menahan
pengaruhnya karena berondongan julukan yang bertentangan dengan pandangan mereka sendiri, citra
diri asli mereka sirna digantikan citra baru (negatif) yang diberikan oleh orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar